Kuliner

Panduan Minuman Beralkohol Tradisional Indonesia

October 28, 2021

Indonesia memiliki berbagai minuman beralkohol tradisional | © bridgesward/PixabayJauh sebelum bir Bintang Bali menjadi hit besar bagi wisatawan, beberapa komunitas tradisional menciptakan berbagai minuman beralkohol dengan bahan yang berbeda di dalamnya, mulai dari gula aren hingga getah kelapa. Baca terus untuk panduan minuman beralkohol tradisional Indonesia.

Bagi banyak budaya, minuman tradisional lebih dari sekadar suguhan yang menyenangkan pada Jumat malam. Banyak yang menggunakan minuman suling atau fermentasi sebagai bagian dari persembahan atau untuk upacara. Tetapi saat ini, wisatawan dapat menjadikan minuman beralkohol ini sebagai bagian dari pengalaman budaya mereka. Sementara seluruh bangsa menahan diri dari alkohol karena hukum diet Islam, komunitas tradisional ini masih memproduksi minuman unik mereka. Berikut adalah beberapa minuman beralkohol tradisional paling populer di Indonesia.

Semangat tradisional dari Bali ini difermentasi dari beras ketan atau getah dari pohon gula atau kelapa dan pada awalnya digunakan untuk ritual dan upacara tradisional. Tapi hari ini, siapa pun dapat menikmati rasa yang unik dan sensasi pemanasan. Arak juga merupakan suvenir populer untuk dibawa pulang dan berbagi dengan teman-teman Anda. Tetapi sebelum Anda menyesap, pastikan Anda membeli dari merek bonafide, karena ada kasus kontaminasi atau pencampuran mematikan yang diketahui.

Berbagai minuman berbasis Arak | © SePPeR/Flickr

Secara tradisional, brem digunakan dalam upacara Bali, kadang-kadang untuk menggantikan darah. Ini memiliki warna merah yang menggugah selera dari ketan hitam, atau “beras ketan hitam,” yang digunakan selama proses fermentasi. Mulai dari 3-10%, kandungan alkohol brem lebih rendah dari rekannya Arak Bali, menjadikannya alternatif yang sama menarik bagi mereka yang memiliki toleransi alkohol lebih rendah. Ini juga memiliki rasa yang lebih manis dengan sedikit asam.

Masyarakat Batak sumatera utara mengkonsumsi tuak mereka selama perayaan dan acara-acara khusus. Tuak adalah sejenis anggur palem, kadang-kadang dicampur dengan buah-buahan kering yang memberikan minuman rasa yang lebih manis. Sampai hari ini, tuak sering disajikan di pernikahan Batak dan upacara lainnya, dan masih umum untuk menawarkan segelas tuak kepada para tamu di rumah Bataknese.

Ballo adalah variasi lain dari getah gula aren fermentasi dari Toraja, Sulawesi Selatan. Dibuat hampir secara eksklusif dari pohon lontar, minuman tradisional ini awalnya digunakan untuk ritual sebagai persembahan untuk roh leluhur dan suguhan untuk para tamu. Selain konsentrasi alkohol 5-10%, ballo juga memiliki kandungan gula yang tinggi, sehingga agak tidak aman untuk konsumsi sehari-hari, tetapi menghangatkan dan menenangkan ketika dinikmati secara moderat dengan makanan ringan tradisional. Minuman tradisional ini paling baik disajikan di dalam bambu.

Penemuan wine berbasis tebu ini dapat ditelusuri kembali ke sejarah Jawa Tengah sebagai pusat perkebunan gula dan produksi selama era kolonial. Daerah yang berbeda di Jawa Tengah memiliki ciu sendiri, tetapi minuman beralkohol tradisional biasanya memiliki rasa manis dengan kandungan alkohol yang tinggi mulai dari 50% dan seterusnya.

Dibuat dengan proses distilasi dan fermentasi yang panjang, sopi adalah minuman yang sangat dicintai dari Flores, Maluku dan daerah terdekat lainnya di Indonesia timur. Bahan utamanya adalah sejenis gula aren yang memberikan rasa yang kuat dengan sedikit rasa manis. Di Flores, sopi dianggap sebagai minuman bergengsi yang disajikan pada acara-acara khusus dan untuk tamu terhormat, menjadikannya simbol kebersamaan dan perayaan juga.

Minuman tradisional Indonesia adalah bagian penting dari kehidupan sosial | © Foto Bebas/Pixabay

Share Button

No Comments

Leave a Reply